RM10 itu…

Suatu pagi ketika beratur untuk membayar makanan di sebuah restoran, tiba-tiba seorang lelaki datang dari arah entah mana terus ke kaunter dan menyerahkan not RM10 kepada si penjual sambil menunjukkan pada sesuatu.  Si penjual terus memberikan sekotak rokok kepadanya.  Saya tidak terasa apa-apa atas perbuatannya yang memotong barisan sebab transaksinya sangat cepat.  Cuma yang menjadi tanda tanya ialah tiada duit bakikah?

Sampai ke giliran saya membayar, mata saya memandang ke arah rak yang mempamerkan kotak-kotak rokok.  Dalam terkejut dan tidak, saya katakan dalam hati, “oh patutlah, rupa-rupanya harga sekotak rokok ialah RM10 sekotak.”  Saya tidak berapa cakna akan soal harga sekotak rokok memandangkan saya bukanlah seorang perokok.  Malah, sepanjang hidup saya, saya belum pernah merokok.  Yang saya ingat ialah dulu harganya sekitar RM2 sekotak.  Lama dulu.

Sanggup mereka membelanjakan RM10 hanya untuk sekotak rokok.  Sedangkan pada hari tersebut, jumlah harga makanan yang saya bayar untuk saya dan anak-anak makan di restoran tersebut tidak sampai RM10.

Timbul dalam hati saya akan beberapa persoalan dalam benak fikiran saya apabila menyentuh soal harga rokok yang RM10 sekotak itu.  Antaranya:

  1. Alangkah baiknya jika si perokok itu tidak menggunakan RM10 itu untuk membeli rokok, tetapi sebaliknya menggunakannya untuk membelanja ahli keluarga makan dan minum.
  2. Alangkah baiknya jika RM10 itu diperuntukkan untuk belanja persekolahan atau simpanan pendidikan untuk anak-anak.
  3. Alangkah baiknya jika RM10 itu diinfaqkan ke masjid, surau, rumah anak yatim atau badan-badan kebajikan yang lain.
  4. Alangkah baiknya jika RM10 itu diperuntukkan untuk membeli bahan bacaan yang boleh mempertingkatkan ilmu.
  5. Dan sebagainya…

Bayangkan jika si perokok membelanjakan RM10 itu seperti di atas, tentulah manfaatnya lebih besar untuk dunia dan akhirat mereka.  Berbanding RM10 untuk membeli sekotak rokok, perbuatan tersebut bukan sahaja tidak memberikan manfaat, bahkan boleh mendatang keburukan dan mudharat yang besar kepada dunia dan akhirat si perokok.

Sekali beli sudah RM10.  Jika seseorang perokok membelanjakan RM10 setiap hari untuk membeli sekotak rokok, maka dia telah mengeluarkan sejumlah RM300 sebulan untuk menghisap asap beracun itu.

Kalaulah dia membelanjakan keseluruhan RM300 itu untuk keluarganya atau untuk agamanya, tentulah ia sangat baik.  Atau, jika dia tidak langsung membeli apa-apa samada untuk membeli makanan untuk ahli keluarga, atau menginfaqkannya, atau memperuntukkan ia untuk dana pendidikan anak-anaknya, atau tidak langsung membeli rokok; tentulah dia mempunyai lebihan RM300 dalam sakunya.  Jimat RM300.

Seorang perokok boleh pilih dari 3 ini untuk mereka belanjakan RM300 mereka:

  • RM300 untuk keluarga, infaq dan sebagainya yang diredhai ALLAH.
  • RM300 untuk membeli rokok.
  • RM300 untuk dijimatkan.

Terpulang mana satu hendak pilih…

Sekadar berceloteh,

muzir.wordpress.com
8 Zulqa`idah 1433
24 September 2012 

*Baca juga:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: