Al-Quran Muka Surat 60/604

[Muka surat 60/604]
[Surah Aali `Imran]
[Surah nombor 3, ayat 78-83]

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan sesungguhnya, di antara mereka (Ahli Kitab itu) ada (Ketua-ketua agamanya) yang memutar-mutar lidahnya semasa membaca Kitab Taurat (dengan mengubah maknanya), supaya kamu menyangkanya sebahagian dari Kitab Taurat padahal ia bukanlah dari Kitab itu. Dan mereka pula berkata: “(bahawa) ia adalah (datangnya) dari sisi ALLAH”, padahal ia bukanlah dari sisi ALLAH; dan mereka pula tergamak berkata dusta terhadap ALLAH sedang mereka mengetahui (bahawa mereka adalah berdusta). {3:78}

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِّي مِن دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Tidaklah patut bagi seseorang manusia yang ALLAH berikan kepadanya Kitab agama dan hikmah serta pangkat Nabi, kemudian ia tergamak mengatakan kepada orang ramai: “Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang menyembahku dengan meninggalkan perbuatan menyembah ALLAH”. Tetapi (sepatutnya ia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyin (yang hanya menyembah ALLAH Taala – dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi Kitab ALLAH itu, dan kerana kamu selalu mempelajarinya. {3:79}

وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا الْمَلَآئِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا ۗ  أَيَأْمُرُكُم بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan ia tidak pula patut menyuruh kamu menjadikan Malaikat dan Nabi-Nabi sebagai tuhan-tuhan. Patutkah ia menyuruh kamu dengan kekufuran sesudah kamu menjadi orang Islam? {3:80}

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا ءَاتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ ۚ  قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ  قَالُوٓا أَقْرَرْنَا ۚ  قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ

Dan (ingatlah) ketika ALLAH mengambil perjanjian setia dari Nabi-Nabi (dengan firmanNYA): “Sesungguhnya apa jua Kitab dan Hikmah yang AKU berikan kepada kamu, kemudian datang pula kepada Kamu seorang Rasul yang mengesahkan apa yang ada pada kamu, hendaklah kamu beriman sungguh-sungguh kepadanya, dan hendaklah kamu bersungguh-sungguh menolongnya”. ALLAH berfirman lagi (bertanya kepada mereka): “Sudahkah kamu mengakui dan sudahkah kamu menerima akan ikatan janjiKU secara yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami berikrar (mengakui dan menerimanya)”. ALLAH berfirman lagi: “Jika demikian, maka saksikanlah kamu, dan AKU juga menjadi saksi bersama-sama kamu.” {3:81}

فَمَن تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Kemudian sesiapa yang berpaling ingkar sesudah mengakui perjanjian setia itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. {3:82}

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Patutkah sesudah (mengakui dan menerima perjanjian) itu, mereka mencari lain dari agama ALLAH? Padahal kepadaNYAlah tunduk taat sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi, sama ada dengan sukarela ataupun terpaksa, dan kepadaNYAlah mereka dikembalikan. {3:83}

Nota:

Kembali ke senarai muka surat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: